pregnancy & baby Panduan

Panduan pemeriksaan berdasarkan tahap kehamilan

[Minggu 16–20] Setelah usia kehamilan 16 minggu, apakah semua ibu hamil perlu menjalani amniosentesis?

Jawabannya tidak. Amniosentesis tidak perlu dilakukan oleh semua ibu hamil.

Jika hasil skrining prenatal menunjukkan risiko tinggi atau ada alasan lain untuk mencurigai kelainan kromosom, dokter akan berdiskusi dengan Anda untuk menentukan apakah amniosentesis diperlukan.

Amniosentesis adalah pemeriksaan diagnostik prenatal invasif yang dilakukan dengan mengambil sedikit cairan ketuban menggunakan jarum. Risiko komplikasi akibat prosedur ini tergolong rendah, tetapi tidak sepenuhnya nol. Karena itu, penting untuk mendiskusikan manfaat dan risikonya dengan dokter sebelum mengambil keputusan.

Sel yang berasal dari janin di dalam cairan ketuban dapat dianalisis untuk mendiagnosis kelainan kromosom seperti sindrom Down, sindrom Edwards (trisomi 18), dan sindrom Patau (trisomi 13).

Waktu keluarnya hasil bergantung pada metode pemeriksaan. Pemeriksaan cepat seperti FISH dapat memberikan informasi mengenai beberapa kelainan kromosom yang umum dalam waktu relatif singkat. Sementara itu, analisis kariotipe (karyotype) memerlukan kultur sel untuk menilai jumlah dan perubahan struktur kromosom yang berukuran besar.

FISH berguna untuk memeriksa kelainan kromosom tertentu dengan cepat, tetapi tidak dapat mendeteksi semua kelainan kromosom. Bila diperlukan, hasilnya akan dinilai bersama pemeriksaan kariotipe atau pemeriksaan diagnostik lainnya.

Jenis pemeriksaan dan waktu keluarnya hasil dapat berbeda-beda tergantung rumah sakit dan laboratorium.