Bagaimana Kualitas Embrio Dinilai?
Selama menjalani IVF, wajar jika Anda memperhatikan grade embrio. Namun, grade yang lebih rendah tidak berarti embrio tidak dapat berimplantasi, dan grade yang tinggi juga tidak menjamin terjadinya kehamilan.Penilaian embrio dilakukan berdasarkan perkembangan dan morfologinya untuk membantu menentukan embrio mana yang diprioritaskan untuk transfer atau pembekuan.Bagaimana embrio dinilai?Metode penilaian dapat berbeda sesuai tahap perkembangan dan laboratorium. Ahli embriologi biasanya menilai perkembangan embrio, jumlah, ukuran dan bentuk sel, serta karakteristik seperti fragmentasi atau multinukleasi.Pada tahap blastokista, tingkat ekspansi serta bentuk inner cell mass (ICM) dan trophectoderm (TE) juga dinilai.Bagaimana embrio hari ke-3 dinilai?Embrio tahap pembelahan dinilai berdasarkan jumlah dan ukuran sel, keseragaman, fragmentasi dan multinukleasi. Namun, tidak ada satu karakteristik yang dapat menentukan potensi embrio secara pasti.Bagaimana embrio hari ke-5 dinilai?Ketika embrio berkembang menjadi blastokista sekitar hari ke-5–6, sistem penilaiannya berbeda. Dalam sistem Gardner yang banyak digunakan, tingkat ekspansi blastokista serta inner cell mass (ICM) dan trophectoderm (TE) dinilai sehingga menghasilkan grade seperti 4AA, 4AB atau 3BB.Apakah grade yang lebih tinggi berarti peluang kehamilan lebih besar?Secara rata-rata, embrio dengan karakteristik morfologi yang lebih baik cenderung memiliki potensi implantasi yang lebih tinggi sehingga grading dapat membantu menentukan urutan penggunaan embrio.Namun, grade embrio bukan jaminan kehamilan. Embrio dengan grade tinggi dapat gagal berimplantasi, sedangkan embrio dengan grade lebih rendah dapat berimplantasi dan menghasilkan kelahiran yang sehat.