pregnancy & baby Panduan

Yuk, Persiapkan Kehamilan

Perlukah Minum Vitamin Bersama Asam Folat?

Saat mulai mempersiapkan kehamilan, Anda mungkin bertanya-tanya apakah perlu mengonsumsi multivitamin atau suplemen lain selain asam folat.

Mengapa asam folat penting?

Asam folat adalah vitamin B yang berperan penting dalam pertumbuhan dan pembelahan sel. Pada tahap yang sangat awal dalam kehamilan, tabung saraf yang nantinya berkembang menjadi otak dan sumsum tulang belakang bayi mulai terbentuk. Karena proses ini terjadi sebelum banyak orang menyadari bahwa mereka hamil, mendapatkan cukup asam folat sebelum pembuahan sangat penting.

Jika sedang merencanakan kehamilan, umumnya dianjurkan mengonsumsi asam folat setiap hari sejak sebelum hamil. Rekomendasi dapat sedikit berbeda antarnegara, tetapi sekitar 400 mikrogram per hari merupakan jumlah yang banyak dianjurkan.

Jika sebelumnya pernah mengalami kehamilan dengan cacat tabung saraf, atau memiliki kondisi medis tertentu atau menggunakan obat yang meningkatkan risiko, dosis yang lebih tinggi mungkin diperlukan. Jangan menambah dosis sendiri; konsultasikan dengan tenaga kesehatan.

Apakah multivitamin juga diperlukan?

Tidak semua orang yang sedang mempersiapkan kehamilan wajib mengonsumsi multivitamin. Jika pola makan Anda beragam dan seimbang, banyak vitamin dan mineral dapat diperoleh dari makanan.

Namun, multivitamin untuk masa prakonsepsi dapat bermanfaat jika pola makan tidak teratur, Anda menghindari kelompok makanan tertentu, menjalani pola makan vegetarian atau vegan, atau memiliki risiko kekurangan nutrisi.

Selain asam folat, zat besi, yodium, vitamin D, dan vitamin B12 juga penting sebelum dan selama kehamilan. Kebutuhan setiap orang dapat berbeda tergantung pola makan dan kondisi kesehatan.

Lebih banyak tidak selalu lebih baik

Mengonsumsi beberapa suplemen sekaligus dapat menyebabkan asupan ganda atau berlebihan dari nutrisi tertentu. Secara khusus, asupan vitamin A dalam bentuk retinol yang berlebihan perlu dihindari selama kehamilan, jadi periksa label suplemen dengan saksama.

Daripada mengonsumsi banyak suplemen “untuk berjaga-jaga”, mulailah dengan asam folat dan pertimbangkan kebutuhan lain berdasarkan pola makan dan kesehatan Anda. Jika memiliki kondisi medis, menggunakan obat rutin, atau mempertimbangkan suplemen dosis tinggi, konsultasikan dengan tenaga kesehatan atau apoteker.