Kapan waktu terbaik berhubungan seksual agar berhasil hamil secara alami?
Salah satu cara terpenting untuk meningkatkan peluang kehamilan adalah berhubungan seksual pada saat peluang untuk hamil paling tinggi, yaitu selama masa subur (fertile window).Pertanyaannya, kapan masa subur berlangsung dan seberapa sering sebaiknya berhubungan seksual selama periode tersebut?Jika hari ovulasi diketahui, masa subur umumnya dihitung selama sekitar 6 hari, yaitu dari 5 hari sebelum ovulasi hingga hari ovulasi.Mengapa dimulai 5 hari sebelum ovulasi?Kehamilan terjadi ketika sperma membuahi sel telur. Setelah berhubungan seksual, sperma dapat bertahan hidup di saluran reproduksi wanita hingga sekitar 5 hari. Karena itu, sperma yang masuk beberapa hari sebelum ovulasi masih dapat membuahi sel telur ketika ovulasi terjadi.Mengapa hanya sampai hari ovulasi?Setelah dilepaskan saat ovulasi, sel telur hanya dapat dibuahi dalam waktu yang relatif singkat, umumnya sekitar 12–24 jam. Setelah periode tersebut, peluang terjadinya pembuahan menurun dengan cepat.Apakah harus berhubungan seksual setiap hari selama 6 hari tersebut?Tidak harus setiap hari. Secara umum, berhubungan seksual setiap hari atau setiap 1–2 hari selama masa subur merupakan pilihan yang baik. Peluang kehamilan terutama tinggi pada 2 hari sebelum ovulasi hingga hari ovulasi, sehingga periode ini sebaiknya tidak terlewatkan.Grafik di atas menunjukkan peluang kehamilan berdasarkan waktu hubungan seksual terhadap ovulasi pada wanita muda tanpa masalah kesuburan yang diketahui. Namun, peluang kehamilan sebenarnya dapat berbeda tergantung usia, kondisi kesehatan, serta faktor kesuburan pada masing-masing pasangan.Ringkasnya:1. Untuk meningkatkan peluang kehamilan, penting untuk berhubungan seksual pada waktu yang tepat di sekitar ovulasi.2. Masa subur umumnya berlangsung dari sekitar 5 hari sebelum ovulasi hingga hari ovulasi.3. Selama masa subur, hubungan seksual dapat dilakukan setiap hari atau setiap 1–2 hari. Usahakan untuk berhubungan seksual setidaknya sekali antara 2 hari sebelum ovulasi hingga hari ovulasi.Sumber: New England Journal of Medicine (1995), Timing of Sexual Intercourse in Relation to Ovulation